Seni Pertunjukan Dalam Ibadah Ekspresif Di Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) Lembah Pujian Kasongan

  • Cristi Devi Darnita Institut Agama Kristen Negeri Palangka Raya
Keywords: tambourine dance, word of god, religious performance, tari tamborin, firman tuhan, pertunjukan keagamaan

Abstract

Implementing Community Service Activities for the Religious Performing Arts Study Program in partnership with GSJA Lembah Pujian Kasongan. Partners' problem is that performing arts in expressive worship still needs to be optimal. Based on these problems, the PKM Team uses the Asset-Based Community-Driven Development (ABCD) method, which focuses on assets already owned by partners. The solution offered by considering the existence of assets and potential is to provide tambourine dance training and illustrations of God's words to improve performing arts in expressive worship at GSJA Lembah Pujian Kasongan. PKM activities are carried out in three stages, namely: 1.Pre-training, which includes surveys and observations; 2. Training which includes tambourine dance training and illustrations of God's word; and 3. Evaluation in the form of participants' performances at Sunday services and questionnaires related to the training given. The expected output of this training is that the participants understand the concept and apply the tambourine dance in service and the concept of illustrating God's word in the form of drama.

 

Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Program Studi Seni Pertunjukan Keagamaan bermitra dengan GSJA Lembah Pujian Kasongan. Permasalahan yang dimiliki oleh mitra adalah belum optimalnya penggunaan seni pertunjukan dalam ibadah ekspresif. Berdasarkan permasalahan tersebut, Tim PKM menggunakan metode Asset Based Community-Driven Development (ABCD) yang berfokus pada aset yang telah dimiliki mitra. Solusi yang ditawarkan dengan melihat adanya aset dan potensi adalah dengan memberikan pelatihan tari tamborin dan ilustrasi firman Tuhan sebagai upaya peningkatan seni pertunjukan dalam ibadah ekspresif di GSJA Lembah Pujian Kasongan.Kegiatan PKM dilaksanakan melalui tiga tahap yaitu (1) pra pelatihan yang meliputi survei dan observasi, (2) pelatihan yang meliputi pelatihan tari tamborin dan ilustrasi firman Tuhan, dan (3) evaluasi dalam bentuk penampilan peserta pada ibadah hari Minggu dan kuisioner terkait pelatihan yang telah diberikan. Luaran yang diharapkan pada pelatihan ini adalah peserta memahami konsep dan mengaplikasikan tari tamborin dalam bentuk pelayanan dan konsep ilustrasi firman Tuhan dalam bentuk drama.

 

Author Biography

Cristi Devi Darnita, Institut Agama Kristen Negeri Palangka Raya

 

 

References

Adams, Kathrynn A., and Eva K. Lawrence. Research Methods, Statistics, and Applications. 2nd ed. Newbury Park, California: SAGE Publications, 2018.

Bell, Catherine. Ritual – Perpectives and Dimensions. New York, NY: Oxford University Press, 1997.

Bisri, Moh. Hasan. “Perkembangan Tari Ritual Menuju Tari Pseudoritual Di Surakarta.” Harmonia: Journal of Arts Research and Education VIII, no. 1 (2007): 1–15. https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/harmonia/article/download/798/730.

Creswell, J. David, and John W. Creswell. Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Newbury Park, California: SAGE Publications, 2017.

Dwitiya, I Kadek Bhaswara, and I Putu Ardiyasa. “Pertunjukan Wayang Kulit Dan Ritual Keagamaan (Studi Tentang Eksistensi Wayang Kulit Di Bali Utara).” Jnanasiddhanta : Jurnal Teologi Hindu 2, no. 2 (2021): 1–7. https://doi.org/https://doi.org/10.55115/jnana.v2i2.1133.

Hadi, Y. Sumandiyo. Seni Dalam Ritual Agama. Yogyakarta: Pustaka, 2006.

Kennison, Heather. “Using Prophetic Dancing in Worship Can Help Bring Healing and Raise Self-Esteem.” The Fig Tree, 2012. https://www.thefigtree.org/may12/050112cdamonamartin.html.

Kusumastuti, Siti N. “Seni Pertunjukan Nusantara : Tantangan Dan Peluang Memasuki Era Revolusi Industri 4.0.” Seminar Nasional Fakultas Seni Pertunjukan Siti N. Ku (2021): 8–14. https://eproceeding.isi-dps.ac.id/index.php/seminarFSP/article/view/8.

Maryono. Analisa Tari. Surakarta: ISI Press Solo, 2012.

Milhart. Understanding Research Methods. 10th ed. Traverse, MI: Independently Published, 2022.

Murtana, I Nyoman. “Afiliasi Ritus Agama Dan Seni Ritual Hindu Membangun Kesatuan Kosmis.” Mudra Jurnal Seni Budaya 26, no. 1 (2011): 61–69. https://doi.org/https://doi.org/10.31091/mudra.v26i1.1590.

Soedarsono. Djawa Dan Bali Dua Pusat Perkembangan Drama Tari Tradisionil Di Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 1999.

Urquhart, Cathy. Grounded Theory for Qualitative Research: A Practical Guide. 1st ed. Newbury Park, California: SAGE Publications, 2012.

Wurianto, Arif Budi. “SENI RITUAL SEBAGAI KONTEMPLASI AESTHETIC VISION (Ritual Arts Di Lingkungan Masyarakat Tengger Di Jawa Timur).” Lembaga Kebudayaan Universitas Muhammadiyah Malang, 2001. https://lk.umm.ac.id/id/pages/artikel/artikel-4.html.

Yunus, Pangeran Paita. “Komunikasi Ekrpresif Estetik Karya Seni.” JCommsci - Journal Of Media and Communication Science 3, no. 2 (May 30, 2020). https://doi.org/10.29303/jcommsci.v3i2.77.

Published
2022-12-27
How to Cite
Darnita, C. D. (2022). Seni Pertunjukan Dalam Ibadah Ekspresif Di Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) Lembah Pujian Kasongan. SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat , 2(2), 101-110. https://doi.org/10.46362/servire.v2i2.124