Kepemimpinan Kristen Dalam Konteks Penggembalaan Gereja di Indonesia

Abstract Views: 1653
Downloads: 2629
Eni Purwanti 1 , Antonius Missa 2 , Yusuf Tandi 3
1Sekolah Tinggi Teologi Pantekosta , 2Sekolah Tinggi Teologi Moriah , 3Sekolah Tinggi Teologi Widya Agape

Downloads

Pada dasarnya, dalam setiap kelompok masyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam skala besar maupun kecil, memerlukan pemimpin. Biasanya pemimpin yang muncul di tengah-tengah kelompok masyarakat tersebut adalah orang-orang yang memiliki pengaruh, kemampuan untuk mempimpin orang lain ke arah dan tujuan yang jelas. Susunan atau komposisi sebuah kepemimpinan, baik yang bersifat sekuler maupun rohani, memiliki kesamaan. Maksudnya sebagai suatu lembaga yang terdiri dari beberapa orang, dalam penempatan kedudukan berurut mulai dari yang paling tinggi (bergantung konteks lembaga), sampai kepada kedudukan yang paling bawah. Merekalah yang mengelola suatu lembaga kepemimpinan. Kepemimpinan Yesus adalah kepemimpian yang melayani bukan memerintah dan menjalankan dengan tangan besi; sehingga Yesus menerapkan gaya kepemimpinan yang dewasa ini menjadi tuntutan masyarakat kepada pemerintah yaitu gaya kepemimpinan bottom-up. Menyongsong abad baru, yang sering dikenal dengan istilah ΓÇ£milenium ketigaΓÇ¥, dunia dalam segala bidang (politik, sosial budaya, ekonomi, bahkan agama) mencoba menemukan formula baru dalam kepemimpin-an yang bersifat kontekstual dan efektif, sesuai dengan tuntutan zaman. Diakui bahwa tidak ada satupun dari gaya kepemimpinan yang dapat menjamin tatanan kehidupan satu kelompok, sebab pada dasarnya setiap kelompok memiliki ciri tersendiri. Terlebih bangsa Indonesia yang sifatnya heterogen baik dalam suku, agama,  budaya dan adat.

Keywords: kepemimpinan kristen penggembalaan indonesia
Section Articles
Pages 89-107
Published 2021-12-07

Similar Articles