Kepemimpinan Kristen Dalam Konteks Penggembalaan Gereja di Indonesia
Abstract
Pada dasarnya, dalam setiap kelompok masyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam skala besar maupun kecil, memerlukan pemimpin. Biasanya pemimpin yang muncul di tengah-tengah kelompok masyarakat tersebut adalah orang-orang yang memiliki pengaruh, kemampuan untuk mempimpin orang lain ke arah dan tujuan yang jelas. Susunan atau komposisi sebuah kepemimpinan, baik yang bersifat sekuler maupun rohani, memiliki kesamaan. Maksudnya sebagai suatu lembaga yang terdiri dari beberapa orang, dalam penempatan kedudukan berurut mulai dari yang paling tinggi (bergantung konteks lembaga), sampai kepada kedudukan yang paling bawah. Merekalah yang mengelola suatu lembaga kepemimpinan. Kepemimpinan Yesus adalah kepemimpian yang melayani bukan memerintah dan menjalankan dengan tangan besi; sehingga Yesus menerapkan gaya kepemimpinan yang dewasa ini menjadi tuntutan masyarakat kepada pemerintah yaitu gaya kepemimpinan bottom-up. Menyongsong abad baru, yang sering dikenal dengan istilah “milenium ketiga”, dunia dalam segala bidang (politik, sosial budaya, ekonomi, bahkan agama) mencoba menemukan formula baru dalam kepemimpin-an yang bersifat kontekstual dan efektif, sesuai dengan tuntutan zaman. Diakui bahwa tidak ada satupun dari gaya kepemimpinan yang dapat menjamin tatanan kehidupan satu kelompok, sebab pada dasarnya setiap kelompok memiliki ciri tersendiri. Terlebih bangsa Indonesia yang sifatnya heterogen baik dalam suku, agama, budaya dan adat.
References
Abineno, J.L. Jemaat, Jakarta: BPK Gunung Mulia, cet.2, 1983.
Abineno, J.L. Penggembalaan, Jakarta: BPK Gunung Mulia, cet.2, 1961.
Aritonang, Jan Sihar. Berbagai Aliran Di Dalam dan Disekitar Gereja, Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1996.
Bientama, Piet. Theologis Pastoral: Suatu Pengantar, Salatiga: UKSW, Fakultas Theologia, Jurusan Konseling Pastoral.
Bons-Strom, M. Apakah Penggembalaan itu? Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1986.
Breuilly, John. "Max Weber, Charisma, and Nationalist Leadership." Nations and Nationalism 17, no.3 (2011): 477-499. https://doi.org/10.1111/j.1469-8129.2011.00487.x.
Denny, Ricard. Sukses Memotivasi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1995.
Giangel, Kenneth O. Membina Pemimpin Pendidikan Kristen, Malang: Gandung Mas, 1998.
Ginting, E.P. Gembala dan Pastoral Klinis, Jakarta: Dirjen Bimas Kristen, 2007.
Guanga, Caprili. Aku dan Gereja, Malang: Sekolah Alkitab Asia Tenggara, 1992.
Hasibuan, P. D. & Bulan, S. E. “Kepemimpinan Dalam Gereja Katolik Paroki Ignatius Loyola Dan Huria Kristen Batak Protestan Setiabudi Menuju Persatuan (Leadership In The Ignatius Loyola Parish Catholic Church And Setiabudi Batak Christian Protestant Church To Unity).” QUAERENS: Journal of Theology and Christianity Studies, 1, no.2 (2019): 111-121. https://doi.org/10.46362/quaerens.v1i2.5.
Mimery, Nehemia. Rahasia Tentang Penggembalaan Jemaat, tt Mimeri Press, Edisi Baru.
Nawawi, Hadar. Kepemimpinan Yang Efektif, Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 1995.
Departemen Pendidikan Kebudayaan, Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, cet.9, 2008.
Peterson, Robert L. Kepemimpinan Agape, Yogyakarta: Yayasan Andi, 1995.
Poerwadarminta, W.J.S. Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta : Balai Pustaka, 1999.
Riberu, J. Dasar-dasar Kepemimpinan, Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya, 1992.
Sanders, J. Oswald. Kepeminpinan Rohani, Bandug: Kalam Hidup, 1996.
Santoso, Agus & Bobby Kurnia Putrawan. "Pelayanan Pastoral: Perspektif Para Reformator." Kontekstualita Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan 36, no.1 (2021): 1-20. https://doi.org/10.30631/kontekstualita.36.1.1-20.
Suryadinata, Ermaya. Pemimpin dan Kepemimpinan Pemerintah, Jakarta: Gramedia, 1997.
Susanto, A.B. Meneladani Yesus Sebagai Pemimpin, Jakarta: Gramedia, 1997.
Swindoll, Charles R. Kepemimpinan Kristen Yang Berhasil, Surabaya: Yakin, 1996.
Tomatala, Yakob. Pemimpin yang handal, Malang: Gandum Mas, 1998.
Weber, Max. The Protestant Ethic and the Spirit of Capitalism. Merchant Books Publisher, 2013.
The Journal of Religious and Socio-Cultural (JRSC) holds the copyright for all published materials within the journal. This includes all content, such as articles, papers, images, graphs, and illustrations, upon acceptance and publication. By submitting a manuscript to IJR, authors agree to transfer the copyright of their article to IJR upon acceptance for publication, unless otherwise stated.
Once an article is published, it is the intellectual property of the journal, and the copyright holder (IJR) has the exclusive right to reproduce, distribute, and publicly display the article in all forms and media, whether now known or later developed, throughout the world. However, authors are not restricted in their right to reuse portions of their work in other publications, provided they properly cite the original article in IJR.








