Pendidikan Agama Kristen Dalam Pembentukan Karakter Anak Di Keluarga Berantakan

Suatu Studi Literature Review

  • Yohana Penina Zefanya Ribka Sekolah Tinggi Teologi Moriah, Tangerang
  • Novida Dwici Yuanri Manik Sekolah Tinggi Teologi Moriah
Keywords: broken family, christian education, Keluarga Berantakan, Pendidikan Agama Kristen, Pembentukan Karakter, Anak, formation of children's character

Abstract

Every child born in a family in general certainly needs affection and warmth of attention. But what the children dream of does not match what they experience in the family. We know that there are many children who experience or witness quarrels in their families. Sometimes children often get unfair treatment and always listen to hurtful sentences. What is experienced by children in such families causes the formation of character in the child to experience disturbances. The presence of various kinds of conflicts in the family, especially between the two parents, will unknowingly damage the child's memory. The children directly witnessed various debates and conflicts. Of course, when two people of different sex decide to unite in a marriage, then both of them should have been prepared both physically and mentally to face the various conflicts that will be present in the journey of marriage. Since the beginning of a family being formed, of course, a husband and wife have a dream to build a harmonious family, a family full of love and peace, a family that loves and respects each other. From this dream, in reality, not all families can experience what they dream of. The method used in this research is through library research. The result is in marriage there are various kinds of problems that result in mental stress to one partner which has an impact on the emergence of violence against children, whether physical, psychological or psychological violence, sexual violence, emotional violence and even another bad impact is children being neglected in the household. In order to overcome the growth of children who are less than optimal, especially those born in broken families, efforts are needed through Christian religious education.

 

Setiap anak-anak yang lahir dalam suatu keluarga secara umum tentunya memerlukan kasih sayang dan kehangatan perhatian. Tetapi apa yang menjadi impian anak-anak tidaklah sesuai dengan apa yang mereka alami dalam keluarga. Kita mengetahui bahwa ada banyak anak yang mengalami atau menyaksikan pertengkaran dalam keluarganya. Adakalanya anak sering mendapatkan perlakukan tidak adil dan selalu mendengarkan kalimat-kalimat yang menyakitkan. Apa yang dialami oleh anak dalam keluarga demikian menyebabkan pembentukkan karakter pada sang anak mengalami gangguan. Hadirnya berbagai macam konflik dalam keluarga khususnya diantara kedua orang tua tanpa disadari akan merusak memori anak. Secara langsung anak menyaksikan berbagai perdebatan dan konflik. Sudah tentu Ketika dua orang yang berbeda jenis kelamin memutuskan untuk Bersatu dalam sebuah penikahan, maka seharusnya keduanya sudah memiliki kesiapan baik secara fisik maupun secara mental untuk menghadapi berbeagai konflik yang akan hadir dalam perjalanan pernikahan. Sejak awal sebuah keluarga dibentuk tentunya sepasang suami istrii sudah memiliki impian untuk membangun sebuah keluarga yang harmoni, keluarga yang penuh cinta dan damai, keluarga yang saling mencintai dan menghargai. Dari impian tersebut pada kenyataannya tidak semua keluarga bisa mengalami apa yang di impikan. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu melalui penelitian pustaka. Hasil penelitian adalah dalam pernikahan ada berbagai macam persoalan yang mengakibatkan terjadinya tekanan jiwa kepada salah satu pasangan yang berdampak pada munculnya sebuah kekerasan kepada anak baik kekerasan fisik, psikologi atau kejiwaan, kekerasan seksual, kekerasan emosional bahkan dampak buruk yang lain adalah anak menjadi terlantar dalam rumah tangga. Guna mengatasi pertumbuhan anak yang kurang optimal secara khusus lahir dalam keluarga berantakan maka diperlukan upaya melalui pendidikan agama Kristen.

References

Banu, Sriwadi, and Novida Dwici Yuanri Manik. “Pengaruh Pendidikan Karakter Anak Usia Dini Pada Keluarga Yang Tidak Memiliki Ayah.” Didache: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani 3, no. 1 (December 30, 2021): 73–83. https://doi.org/https://doi.org/10.55076/didache.v3i1.49.

Baskoro, Wahyu. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Jakarta: Setia Kawan, 2005.

Brannan, B.J. Dalam Djuju Sudjana, The Eleventh International Congress on Home Economics, The Mockingbird (Official Publication of the Florida Home Economics Association, 1968.

Clement, Suleeman. Pendidikan Agama Kristen dan Pembinaan Warga Gereja, Orasi Dies Natalis STT Jakarta, dalam Andar Ismail (1998) (ed.) Ajarlah mereka Melakukan: Kumpulan Karangan Seputar Pendidikan Agama Kristen, Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1980.

Desi Wulandari, Nailul Fauzih, “Pengalaman Remaja Korban Broken Home (Studi Kualitatif Fenomenologis), Jurnal Empati, 8, No.1 (2019): 1-9. https://doi.org/10.14710/empati.2019.23567.

Diarsini, Made Sri, Luh Putu Artini, Ni Nyoman Padmadewi, Ni Made Ratminingsih, I Gusti Ayu Lokita Purnamika Utami, and Ni Putu Era Marsakawati. “Challenges and Opportunities of Online Assessment Implementation During Covid-19 Pandemic in Indonesia Based on Recent Studies.” European Journal of Education and Pedagogy 3, no. 6 (November 22, 2022): 82–88. https://doi.org/10.24018/ejedu.2022.3.6.421.

Grome, Thomas H. Christian Religious Education; Pendidikan Agama Kristen; Berbagi Cerita dan Visi Kita. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2010.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017. https://kbbi.web.id/ (diakses pada 29 November 2021).

Hairuddim Enni K., Membentuk Karakter Anak dari Rumah. Jakarta:PT Gramedia Pustaka, 2014.

Homrighausen, E.G., I.H. Enklaar, Pendidikan Agama Kristen, Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2008.

Hidayatullah, M. Furqon, Guru sejati membangun Insan Berkarakter Kuat dan Cerdas. Surakarta: Yuna Pustaka, 2009.

Hutabarat, Christiani, Mahayoni, Filyensi Misriani Laufra, and Sutrisno. “The Role of Parents in Building Children’s Character at Home During the Covid-19 Pandemic.” RERUM: Journal of Biblical Practice 1, no. 1 (2021): 63–75. https://doi.org/https://doi.org/10.55076/rerum.v1i1.14.

Hutabarat, Christiani, and Bobby Kurnia Putrawan. “Pengantar Pola Asuh Orang Tua Dalam Keluarga Kristen.” PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi Kependetaan 11, no. 2 (2021): 84–94. https://stapin.ac.id/e-journal/index.php/pneumatikos/article/view/28.

Id`han, Zul. “ANALISIS KARAKTER PANGERAN BADAR DALAM PERTUNJUKAN TEATER BANGSAWAN PALEMBANG (Naskah Dua Korban Di Gunung Meru).” JURNAL PAKARENA 5, no. 2 (December 30, 2020): 16. https://doi.org/10.26858/p.v5i2.15650.

India Today Web Desk. “School Education Is the Key to Developing Character, Building Social and Life Skills.” India Today, 2019. https://www.indiatoday.in/education-today/featurephilia/story/school-education-is-the-key-to-developing-character-building-social-and-life-skills-1631128-2019-12-24.

Inzlicht, Michael, Amitai Shenhav, and Christopher Y. Olivola. “The Effort Paradox: Effort Is Both Costly and Valued.” Trends in Cognitive Sciences 22, no. 4 (April 2018): 337–49. https://doi.org/10.1016/j.tics.2018.01.007.

Katherine Yesicca Windasmara, Skripsi “Perubahan Sikap Remaja Terhadap Orang Tua (Studi kasus Terhadap Remaja yang berasal dari Keluarga Broken Home)”, Yogyakarta: USD, 2017.

Kusuma, A Doni. Pendidikan Karakter: Strategi Mendidik Anak Zaman Global. Jakarta: PT. Grasindo, 2007.

Lickona, Thomas. Character Matters, Persoalan Karakter, Bagaimana membantu Anak Mengembangkan Penilaian Yang baik, integritas dan Kebajikan Penting lainnya. Jakarta: PT Bumi Aksara, 2015.

Lickona, Thomas. Pendidikan Karakter: Panduan Lengkap Mendidik Siswa Menjadi Pintar dan Baik. Bandung: Nusa Media, 2013.

Lilik Paulus, Kristanto, Prinsip dan Praktik Pendidikan Agama Kristen. Yogyakarta: Andi, 2006.

Munir, Abdullah. Pendidikan Karakter: Membangun Karakter Anak sejak dari Rumah. Yogyakarta: PT Pustaka Insan Madani, 2010.

Manumpahi Edwin, Shirley & Hendrik. “Kajian Kekerasan dalam Rumah Tangga Terhadap Psikologi Anak di Desa Soakorona Kecamatan Jailolo Kabupaten Halmahera Barat.” Acta Diurna, 5, No.1 (2016): 1-15. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/actadiurnakomunikasi/article/view/ (diakses 29 November 2021)

Meinanto, Dwi, Bobby Kurnia Putrawan, and Amran Simangunsong. “Degradasi Moral Generasi Z: Suatu Tinjauan Etis Teologis Terhadap Penggunaan Internet.” IMMANUEL: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen 3, no. 1 (2022): 21–34. https://doi.org/https://doi.org/10.46305/im.v3i1.86.

Novita Fani Sari, Zulfanzaam, & Rosmawati, (2008) Kondisi Psikologis siswa yang Broken home di SMP Negeri 40 Pekanbaru”. Jon Fkip,volume 5, edisi 1, (di akses 29 November 2021).

Pazmino Robert W, “Jesus Thee Master Teacher” dalam Introducing Christian Educattion For the Twenty First Century, ed michaelj. Anthony”. Grand Rapids, MI: Baker Book House, 2001.

Price J. M., Yesus Guru Agung. Bandung: Lembaga Literatur Baptis, 1975.

Rangga, Oktavianus, and Bobby Kurnia Putrawan. “Peran Orangtua Dalam Mendidikan Anak Remaja: Suatu Perspektif Etika Kristen.” SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 1, no. 2 (2021): 75–86. https://doi.org/https://doi.org/10.46362/servire.v1i2.94.

Rotto Marinus, “Saat Teduh Sebagai Pembentuk Karakter Terhadap Mahasiswa Kristen Yang Mengalami Broken Home”, OSF Preprints (17 Maret 2020). (diakses pada 29 November 2021.)

Sintya Maryanti Sitinjak, “Penerapan Pembelajaran yang Tidak Sesuai”. General Ahmad Yani, 2019. https://www.coursehero.com/file/89602618/Sintya-Maryanti-Sitinjakpdf/ (diakses 29 November 2021).

Sudjana Djuju, Pendidikan Non-Formal. Bandung: Falah Production, 2004.

Sudjana Djuju. Cara Mendidik Anak Dalam Islam. Jakarta: Bina Ilmu, 1983.

Suhendra, Yan, and Susanti Embong Bulan. “Kasih Allah Akan Dunia Ini: Panggilan Umat Kristen Untuk Mengasihi Indonesia (God’s Love For This World: Christians Call To Love Indonesia).” QUAERENS: Journal of Theology and Christianity Studies 3, no. 1 (June 22, 2021): 51–71. https://doi.org/10.46362/quaerens.v3i1.34.

Tandana, Ester A., Esti Koku Yowa, and Novida Dwici Yuanri Manik. “Character Education In Forming Student Behavior.” Didache: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani 3, no. 2 (July 3, 2022): 161–76. https://doi.org/10.55076/didache.v4i1.48.

Tong, Stephen. Keluarga Bahagia. Surabaya: Momentum, 2012.

Torsina, M. Usaha Restoran Yang Sukses (Wiraswasta). Jakarta: Cakrawala Cinta, 1987.

Tubagus, Steven, and Timotius Bakti Sarono. “Roh Kudus Dalam Trinitas Dan Komunitas Umat Tuhan (Holy Spirit In The Trinity And Community Of God’s People).” QUAERENS: Journal of Theology and Christianity Studies 3, no. 1 (June 28, 2021): 85–95. https://doi.org/10.46362/quaerens.v3i1.30.

Wilkins, Michael J. Dalam Karya Following the Master Discipleship in the Sieps of Jesus. Zonderfan, 1992.

Wahidin Unang. “Peran Strategis Keluarga Dalam Pendidikan Anak.” Edukasi Islam: Jurnal Pendidikan Islam, 1. No.2 (2012): 1-9. http://dx.doi.org/10.30868/ei.v1i02.19.

W.J.S, Purwadarminta. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, 2006.

Zed, Mestika. Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2004.

Published
2022-12-18
How to Cite
Ribka, Y. P. Z., & Manik, N. D. Y. (2022). Pendidikan Agama Kristen Dalam Pembentukan Karakter Anak Di Keluarga Berantakan: Suatu Studi Literature Review. Journal of Religious and Socio-Cultural, 3(2), 131-149. https://doi.org/10.46362/jrsc.v3i2.112