Journal of Religious and Socio-Cultural https://jurnal.widyaagape.ac.id/index.php/jrsc <p><strong>Journal of Religious and Socio-Cultural</strong> is a peer-reviewed journal which is published by Widya Agape School of Theology incorporate with the scholars association: Indonesia Christian Theologians Association (ICTA) publishes biannually in May and November with e-ISSN: 2808-1595. This Journal publishes current original research on religious studies and socio-cultural studies using an interdisciplinary perspective, especially within Inter-Religion Theology studies and its related teachings resources: Religious studies in thought, philosophy, history, linguistic, practical studies, and mysticism studies.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Journal of Religious and Socio-Cultural</strong> at first Vol. , No.1, 2019 biannually in May. Reviewers will review any submitted paper. Review process employs a double-blind review, which means that both the reviewer and author identities are concealed from the reviewers, and vice versa.</p> Sekolah Tinggi Teologi Widya Agape dan Perkumpulan Teolog Agama Kristen Indonesia en-US Journal of Religious and Socio-Cultural 2808-1595 Dampak Keteladanan Guru Sekolah Minggu Dalam Pembentukan Karakter Anak Di Gereja Kristen Indonesia Menining https://jurnal.widyaagape.ac.id/index.php/jrsc/article/view/82 <p><em>The teacher's example in character building is the beginning of making quality Sunday school children. The example of Sunday school teachers is the basis for producing children with good character. It turns out that in creating the formation of children's character, it must be based on various aspects, one of which is seen from the teacher so that children can imitate the attitudes and examples of their own teachers. The main purpose of this paper is to find out how influential the role model of a Sunday school teacher is in shaping the character of children at Gereja Kristen Indonesia Menining. This writing uses the type of Qualitative research that uses direct interview techniques with Sunday school children and Sunday school teachers. From this writing, it can be concluded that 1). The example of Sunday school teachers greatly influences the formation of children's character. 2). In improving the character of children, they can go through the surrounding environment. 3). The example of the Sunday school teacher is the basis for the formation of the child's character, and the Sunday school teacher must also be a good example for Sunday school children. 4). Various tools and facilities that support in creating a comfortable atmosphere are needed in the teaching process</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p>Keteladanan guru dalam pembentukan karakter merupakan awal menjadikan anak sekolah minggu yang berkualitas. Keteladanan guru sekolah minggu menjadi dasar agar menghasilkan anak yang berkarakter yang baik. Ternyata dalam menciptakan pembentukan karakter anak harus didasari oleh berbagai aspek salah satunya adalah dilihat dari gurunya sehingga anak dapat menirukan sikap dan keteladanan yang dimiliki oleh gurunya sendiri. Tujuan utama dari penulisan ini adalah agar mengetahui seberapa berpengaruhnya keteladana seorang guru sekolah minggu dalam pembentukan karakter anak Di Gereja Kristen Indonesia Menining. Penulisan ini mengunakan jenis penelitian Kualitatif yang mengunakan Teknik wawancara langsung dengan anak sekolah minggu dan para guru sekolah minggu. Dari penulisan ini maka dapat di simpulkan bahwa 1). Keteladanan guru sekolah minggu sangat mempengaruhi dalam pembentukan karakter anak. 2). Dalam meningkatkan karakter anak dapat melalui lingkungan sekitar. 3). Keteladanan yang dimiliki guru sekolah minggu menjadi dasar pembentukan karakter anak, dan guru sekolah minggu juga harus bisa menjadi contoh yang baik bagi anak sekolah minggu. 4). Berbagai alat dan sarana yang menjadi pendukung dalam menciptakan suasana yang nyaman sangat dibutuhkan dalam proses mengajar</p> Vera Ria Christia Christiani Hutabarat Copyright (c) 2021 Journal of Religious and Socio-Cultural https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2021-11-06 2021-11-06 2 1 1 11 10.46362/jrsc.v2i1.82 Dampak Korean Wave Terhadap Proses Penerimaan Diri Pada Remaja Kristen di Indonesia https://jurnal.widyaagape.ac.id/index.php/jrsc/article/view/83 <p><em>Self-acceptance is a process that must be done by every human being. Self-acceptance is an important thing in the process of human growth and development. In adolescence the process of self-acceptance is very necessary. However, the influence of the Korean Wave is very strong on the self-acceptance process of teenagers. The youth discussed in this article are Christian youth. This article is made to discuss the influence of the Korean Wave on the process of self-acceptance in Christian adolescents. So that Christian teenagers can accept themselves and grow well. The research method chosen in this article is a descriptive qualitative research method taken from various sources of journals and books that have been selected according to the title listed at the top of the article.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p>Penerimaan diri merupakan sebuah proses yang harus dilakukan oleh setiap manusia. Penerimaan diri tersebut merupakan sebuah hal penting dalam proses tumbuh kembang manusia. Pada masa remaja proses penerimaan diri sangat diperlukan. Namun pengaruh Korean Wave sangat kuat terhadap proses penerimaan diri para remaja. Remaja yang dibahas di dalam artikel ini adalah remaja Kristen. Artikel ini dibuat untuk membahas pengaruh Korean Wave pada proses penerima diri pada remaja Kristen. Agar anak-anak remaja Kristen dapat menerima diri mereka dan tumbuh dengan baik. Adapun metode penelitian yang pilih pada artikel ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif yang diambil dari berbagai sumber jurnal dan buku yang telah dipilih sesuai dengan judul&nbsp; yang tertera di bagian atas dari artikel.</p> Khatrina Rintis Lintang Rahayu Sutrisno Sutrisno Copyright (c) 2021 Journal of Religious and Socio-Cultural https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2021-11-11 2021-11-11 2 1 13 30 10.46362/jrsc.v2i1.83 Makna Hari Sabat Dalam Keluaran 20:11 dan Implikasinya bagi Umat dan Gereja Masa Sekarang https://jurnal.widyaagape.ac.id/index.php/jrsc/article/view/85 <p><em>The seventh day or the Sabbath still has the view and belief that the fourth law is the law of God which does not change and remains, because Allah has made it for humans since creation, and by sticking to that law they are classified as saved people. Meanwhile, the majority of Christians worship on Sundays, with the view that because Christ was risen on the first day, the "first day" was used for gathering (worshiping). This scientific paper is structured to analyze how Christians should behave towards the teachings of the Sabbath. with the biblical method of review. The author is oriented towards the viewpoint of the Seventh Day in Genesis 2: 1-3 and Exodus 20:11 The importance of writing scientific works is because it provides benefits in terms of: first, contributing to students in educational institutions in the field of the Pentateuch in understanding the fourth law. second, to contribute to Christians in understanding and implementing the fourth commandment. Third, it helps the author to understand correctly the meaning of the fourth commandment (the Sabbath), so that it has a foundation in ministry among Christians.</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><em>Hari Ketujuh atau hari sabat tetap memiliki pandangan dan keyakinan bahwa hukum yang keempat adalah hukum Allah yang tidak berubah dan tetap, sebab telah dibuat Allah untuk manusia sejak penciptaan, dan dengan tetap berpegang pada hukum tersebut maka mereka tergolong orang-orang yang diselamatkan. Sedangkan mayoritas orang Kristen melakukan ibadah pada hari Minggu, dengan berpandangan bahwa oleh karena Kristus telah bangkit pada hari pertama maka “hari pertama” itu dipergunakan untuk berkumpul (beribadah). Artikel ini disusun untuk menganalisi bagaimana seharusnya orang Kristen bersikap terhadap ajaran Hari Sabat. dengan metode tinjauan alkitabiah. Penulis berorientasi pada pandangan Hari Ketujuh Dalam Kejadian 2:1-3 dan Keluaran 20:11 Pentingnya penulisan Karya Ilmiahh ini karena memberi manfaat dalam hal: pertama, memberikan kontribusi kepada mahasiswa-mahasiswi dalam lembaga pendidikan di bidang kitab Pentateukh dalam pemahaman hukum keempat. Kedua, memberikan kontribusi bagi orang Kristen dalam pemahaman dan pelaksanaan. Ketiga, menolong penulis dalam memahami dengan benar arti hukum keempat (Sabat), sehingga memiliki pondasi dalam pelayanan di tengah-tengah orang Kristen.</em></p> Lindung Hasiholan Zega Juli Santoso Citraningsih Basongan Copyright (c) 2021 Journal of Religious and Socio-Cultural https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2021-11-12 2021-11-12 2 1 31 42 10.46362/jrsc.v2i1.85 Penyalahgunaan Narkotika Di Kalangan Remaja Kristen: Studi Kasus Di Pademangan Barat, Jakarta Utara https://jurnal.widyaagape.ac.id/index.php/jrsc/article/view/86 <p><em>The world of youth is very vulnerable to promiscuity because they are to free, of tentang their daily activities are not controlled by the parents and the school. If this continued itu is nt impossible that many negative things will happen to them one of them is falling into the world of drug abuse. &nbsp;This is very ilfluential in life in the community orang in the life of the Nation and state where the influence of drug abuse is significantly far from ignoring religious values and moralmu that of the widespread use of drugs among Christian youth in a Christian youth circle in the community. There are still many of these&nbsp; teenagerss who meet orang associate with chicken who abuse barcotict. </em></p> <p><strong><em>&nbsp;</em></strong></p> <p>Dunia Remaja sangat rentan oleh pergaulan bebas. Karena terlalu bebasnya, seringkali kegiatan mereka sehari-hari tidak terkontrol oleh pihak orang tua dan pihak sekolah. Jika hal tersebut terus berlanjut bukan tidak mungkin akan banyak hal negatif yang akan menimpa mereka. Salah satunya adalah terjerumusnya&nbsp; ke dunia penyalahgunaan narkotika. Hal ini sangatlah berpengaruh dalam kehidupan di lingkungan masyarakat ataupun di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ini dimanapun. &nbsp;Pengaruh penyalahgunaan narkoba secara&nbsp; nyata jauh dalam mengabaikan nilai-nilai agamawi dan norma yang berlaku di dalam masyarakat ini adalah suatu problema meraknya penggunaan narkoba di kalangan remaja kristen. Di suatu kalangan remaja Kristen di masyarakat masih banyak dari antara anak remaja ini yang berjumpa atau bergaul dengan anak penyalahgunaan narkotika</p> Anggretitte Adinda Soli Naga Wahyu Bintoro Copyright (c) 2021 Journal of Religious and Socio-Cultural https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2021-11-13 2021-11-13 2 1 53 52 10.46362/jrsc.v2i1.86 Alkitab Diilhamkan Allah: Perspektif Bibliologi https://jurnal.widyaagape.ac.id/index.php/jrsc/article/view/87 <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>God is true, it is God who blew out or inspired the Bible, so the Bible is true. Along with the history of attacks on the inaccuracy of the Bible also occurred. Errantics and Inerrantists emerged, both of whom were able to deal with the facts of some of the passages of the Bible in question and both read the conclusions of their opponents. Then it is very important to remember that the Bible justifies itself because the books are blown by the breath of God (2 Timothy 3:16). In other words, its canonicity has been embedded in the books, because it comes from God. Similarly, the interpretation of the Bible by the light of the Holy Spirit enables us to believe the truth of the Bible.</em></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p>Allah adalah benar, Allahlah yang meniupkan keluar atau mengilhami Alkitab, maka Alkitab adalah benar. Seiring dengan sejarah serangan-serangan terhadap ketidakkeliruan Alkitab pun terjadi. Muncul kaum <em>errantis </em>dan kaum <em>Inerrantis, </em>keduanya mempunyai pemikir-pemikir yang cakap menghadapi fakta-fakta beberapa bagian-bagian Alkitab yang dipermasalahkan dan kedua pihak membaca kesimpulan-kesimpulan dari lawannya. Kemudian amat penting diingat bahwa Alkitab mengesahkan dirinya sendiri karena kitab-kitab ditiupkan oleh napas Allah (2 Timotius 3:16). Dengan kata lain, kekanonannya telah melekat di dalam kitab-kitab itu, karena berasal dari Allah. Demikian pula penafsiran Alkitab oleh terang Roh Kudus memampukan kita mempercayai kebenaran Alkitab.</p> Yuliana Kasmawardi Iswahyudi Iswahyudi Alisaid Prawironegoro Copyright (c) 2021 Journal of Religious and Socio-Cultural https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2021-11-13 2021-11-13 2 1 53 76 10.46362/jrsc.v2i1.87